Sebagai pimpinan organisasi, musyawarah tersebut memilih Dewan Pimpinan Pusat GAMKI dengan Ketua Umum Mr. JCT Simorangkir dan Sekretaris Jenderal Soebagyo Pr. dan anggota-anggotanya antara lain Sarwoko, Soetarno, Sumardi MA, A Wenas dan sekretariat di jalan Salemba Raya 10 Jakarta.
Sebagai realisasi dari keputusan tersebut maka PPKI mengadakan kongresnya ke VIII di Surabaya tahun 1962 dengan memutuskan untuk mengintegrasikan diri di dalam GAMKI.
Terbentuknya GAMKI sebagai organisasi kesatuan pemuda Kristen Indonesia semakin membulatkan tekad untuk mewujudkan gerak ganda pemuda Kristen Indonesia secara bersama-sama. Pemuda Kristen serta gereja-gereja telah mengakui bahwa GAMKI merupakan satu-satunya organisasi pemuda Kristen yang membawakan suara pemuda Kristen di tengah-tengah masyarakatnya. Dengan dasar kesepakatan dan keputusan tersebut menjadi jelas komisi pemuda gereja bergerak secara khusus dalam lingkungan gerejani dan secara kelembagaan menjadi sumber insani (sumber kader) bagi GAMKI.
Perjalanan bersama antara GAMKI dan GMKI itu mendorong keduanya saling mengisi dan di dalam pertumbuhan organisasi massa Kristen yang lain, kedua organisasi itu memberikan kader-kadernya sebagai pimpinan, seperti nampak dalam pembentukan Gerakan Siswa Kristen Indonesia pada tahun 1964.
Dalam Kongres tahun 1965 terpilih sebagai Ketua Umum adalah Soebagyo Pr. dan Sekretaris Jenderalnya Pontas Nasution Selesai kongres I itu GAMKI dihadapkan dengan kenyataan terjadinya peristiwa G-30-S/PKI di akhir bulan September. Oleh karena itu secara bahu membahu GAMKI, GKMI dan GSKI terus mengikuti perkembangan masyarakat secara saksama. GAMKI membentuk Brigade Serba Guna (Brigsena) sebagai satu kesatuan, di Yogyakarta membentuk Komando Siaga Kristen (KSK) sebagai satuan bela diri. KSK yang didirikan tahun 1966 itu berkembang sebagai satu perguruan yang memiliki ciri-ciri khas dengan nama aliran Merpati Putih. Pada masa itu GAMKI kehilangan 5 anggotanya di Solo.
Kongres II GAMKI baru berlangsung pada tanggal 27-30 Nopember 1969 di Sukabumi, dan terpilih sebagai Ketua Umum adalah Pontas Nasution dan Sekretaris Umum adalah FW Raintung dan dilengkapi dengan lima orang ketua masing-masing Sutjipto, Pdt. Eka Dharma Putera, Subagyo Pr, Nn. Henny Mussu dan Amir L Sirait. Karena adanya peraturan Menteri Dalam Negeri No.12 yang dikenal dengan Permen 12, yang menuntut kesetiaan pegawai negeri untuk menganut loyalitas tunggal, maka banyak fungsionaris DPP GAMKI menjadi tidak aktif. Selain hal itu kepengurusan ini tidak dapat berjalan dengan baik karena Pontas Nasution, Pdt. Eka Dharma Putera studi ke luar negeri.
Kondisi organisasi yang kurang hidup tersebut, akhirnya diadakan reshuffle personalia dan dikukuhkan Amir L Sirait sebagai Ketua Umum dan Pdt. F.W Raintung sebagai Sekretaris Umum sampai pada Kongres III. Kongres DPP GAMKI III diadakan di Samirono Yogyakarta, sepertinya ada tradisi setelah menjadi Sekretaris Umum langsung menggantikan sebagai Ketua Umum. Pada periode itu Pdt. F.W. Raintung menjabat sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum dijabat oleh Suryohadi.
Pada tanggal 22-29 April 1984 diadakan Kongres IV di Cibubur dan berhasil mengadakan penyegaran dan regenerasi secara total dalam kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat. Batas usia 40 tahun bagi pimpinan organisasi dapat diberlakukan dengan terpilihnya dr. Sukowaluyo sebagai Ketua Umum dan Patmono Sk STh sebagai Sekretaris Umum (keduanya adalah anggota Gereja Kristen Jawa). Pada periode tersebut masalah yang dihadapi antara lain tentang proses pembahasan undang-undang tentang organisasi kemasyarakatan yaitu rencana ditetapkannya Pancasila sebagai satu-satunya asas. Pokok permasalahan ini disoroti secara kritis oleh GAMKI, dan memberi pandangan bahwa Pancasila adalah sebagai dasar dan ideologi negara. GAMKI terus berdiskusi dengan berbagai pihak dengan Fraksi Karya Pembangunan diwakili Pdt. Srihandoko STh, John Pieres dan Milton Hasibuan. Sedangkan pertemuan dengan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia diwakili dr. Sukowaluyo, John Pieres dan Patmono Sk. STh.
Dalam Kongres GAMKI ke V terpilih Alex Paath sebagai Ketua Umum, perjalanan yang sangat memprihatinkan, dan mengakibatkan DPD dan DPC seluruh Indonesia menyatakan sikap untuk tidak mengakui Ketua Umum. Melalui peran para senior GAMKI, maka menunjuk Alex Litay sebagai Pj. Ketua Umum dan Bernard Nainggolan SH sebagai Pj. Sekretaris Umum untuk mempersiapkan kongres GAMKI VI.
Pada Kongres GAMKI VI di Wisma Kinasih-Caringin tanggal 26-29 September 1993, dapat menyusun personalia baru, tetapi karena campur tangan pihak-pihak lain, maka terpilihlah Pdt. Dicky Mailoa STh sebagai Ketua Umum dan Drs. Ohiao Halawa sebagai Sekretaris Umum.
Pertanyaan besar yang terjadi kapan DPP hasil Kongres Ke VI berakhir, terjawab sudah dengan diadakannya Pertemuan Nasional Pemuda Kristen dan Kongres Ke-7 Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia yang dilangsungkan di Graha Wisata Pemuda, Kuningan Jakarta pada tanggal 10 April s/d 13 April 2003, yang diprakarsai oleh Dr. Sukowaluyo Mintorahardjo.
Hasil Kongres Ke VII tersebut berakhir dengan terpilihnya Sahat Sinaga,S.H sebagai Ketua Umum dan Nikson Gans Lalu,S.H. sebagai Sekretaris Umum. Tidaklah ringan beban tanggung jawab dari DPP periode 2003-2007, karena berada pada suatu situasi Pemerintahan yang mempunyai warna baru dan sulitnya ekonomi serta meningginya angka pengangguran.
Hal yang terpenting adalah DPP harus dapat tanggap dan segera menentukan suatu garis organisasi yang jelas untuk dapat eksis, dan mempunyai paradigma yang benar-benar baru dalam membangunkan suatu organisasi besar layaknya membangunkan "macan tidur". DPP pada periode ini tidak mungkin lagi memposisikan orang-orang yang tidak piawai dalam bidangnya dengan kata lain orang-orang yang diambil dari "keranjang yang tidak jelas", tetapi harus diisi oleh orang-orang yang mempunyai komitmen tinggi dalam memajukan organisasi .
Dengan komposisi organisasi yang terdiri dari orang-orang yang mempunyai komitmen tinggi dan professional akan menggambarkan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia sebagai organisasi Pemuda yang modern yang setia pada tujuan dan berorientasi kebangsaan untuk menjaga keutuhan Bangsa.
Viva Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia
Selamat Berjuang.
*) Diambil dari buku GERAK GANDA, Patmono SK, STh.
.